Pascasarjana IAIN Metro

Pascasarjana IAIN Metro menggelar Konferensi Bertaraf Internasional “MICIS (Metro International Conference on Islamic Studies) ke-10 secara Daring

Pascasarjana IAIN Metro menggelar konferensi bertingkat internasional pada hari ini, Rabu tanggal 17  November 2021. Perhelatan internasional ini diusung dengan nama MICIS atau Metro International Conference on Islamic Studies yang ke-10. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pascasarjana IAIN Metro. MICIS kali ini sudah mencapai seri yang kesepuluh dengan tema “Fostering Sustainable Environment for Education, Law, Economic Systems, Art and Humanities in The Society Eraa 5.0”. Konferensi ini menghadirkan narasumber dari 5 negara yaitu Dr. Ahmad Ali Siddiqui, MBA dari Pakistan, Dr. Qosamullah Abdul Qhaffar dari Sudan, Assc. Prof. Muhammatsakree Manyunu dari Thailand, Dr. Muhammad Hasan Muadz Hasan dari Mesir, Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA dan Dr. Mukhtar Hadi, M.Si dari Indonesia.

Dr. Widiya Ninsiana sebagai Ketua Panitia Konferensi ini memberikan sambutan dan terimakasih kepada seluruh narasumber dan partisipan yang hadir pada konferensi ini. Beliau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para peneliti dan pakar keilmuan yang turut memberikan dan membagikan pengetahuan mereka pada konferensi ini baik sebagai narasumber maupun melalui tulisan yang dikumpulkan dalam prosiding.

Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA sebagai Rektor IAIN Metro memulai penjelasan mengenai pembinaan lingkungan yang berkelanjutan dalam mewujudkan konsep ekologi dalam pendidikan, hukum, sistem ekonomi, serta kemanusiaan pada era masyarakat 5.0. Beliau memberikan contoh kasus yang paling dekat dengan Indonesia adalah pencemaran lingkungan berupa pencemaran emisi yang dihasilkan oleh pembakaran terhadap bahan bakar fosil. Negara ini telah mendapat peringatan dari dunia untuk mengurangi pencemaran emisi karbon. Menanggapi pernyataan ini, Australi berambisi untuk mengurangi pencemaran emisi hingga mencapai emisi nol karbon pada 2050. Beliau juga memberikan kemungkinan pembinaan lingkungan yang bisa terjadi pada beberapa ranah dalam kehidupan, seperti penggunaan kertas yang minimal dalam dunia pendidikan, dimana sekolah-sekolah harus mengurangi penggunaan kertas berlebih untuk kegiatan pendidikan. Tindakan ini seharusnya juga menjadi perhatian bagi beberapa lembaga lain untuk tetap menjaga kelestarian alam. Begitu juga kegiatan perekonomian yang merugikan alam juga seharusnya dikurangi. Tujuan dalam kehidupan adalah untuk dapat berdampingan dengan alam tanpa harus saling merugikan.

Sebagai pemateri pertama Dr. Ahmad Ali Siddiqui mempromosikan  terhadap pemerataan dan sirkulasi aset masyarakat untuk membantu pengentasan kemiskinan, kelaparan, dan eksploitasi. Beliau menyampaikan bahwa pertumbuhan Bank Syariah merupakan langkah awal dalam membina lingkungan yang ramah terhadap masyarakat dan alam. Penekanan utama bagi beliau adalah pada kampanye terhadap Model Sustainable Banking (MSB) yang meliputi kegiatan penghapusan transaksi berbasis bunga, pembiayaan dengan pertimbangan etika, tidak adanya kesepakatan yang spekulatif, tidak adanya keterlibatan dalam aset yang merusak, menerapkan win-win solution yang mana ini akan saling menguntungkan semua pihak yang terlibat.

Dr. Qosamulloh Abdul Qhaffar dari Sudan menjelaskan tentang Pinjam Meminjam, Hutang dan Manfaatnya, Beliau menjelaskan bahwa di dalam al-Qur’an terdapat satu ayat yang sangat panjang menjelaskan tentang hutang, yaitu surat al-Baqarah ayat 282, kemudian beliau menjelaskan hadis Rasulullah bahwa memberikan hutang mendapatkan pahala lebih besar daripada shodaqoh, jika memberikan shodaqoh mendapatkan pahala 10 kali kebaikan, sedangkan memberikan hutang mendapatkan pahala 18 kali kebaikan, saat Malaikat Jibril ditanya mengapa memberi hutang lebih besar pahalanya, beliau menjawab karena orang yg diberi shodaqoh belum tentu sedang butuh, tetapi bagi yang meminta hutang, dia pasti sedang benar-benar butuh (al-Hadits)

Assc. Prof. Muhammatsakree Manyunu dari Thailand menjelaskan tentang kurikulum Pendidikan Islam, beliau menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan islam berdasarkan dari ayat-ayat al-Qur’an yang berisi tentang tazkiyatunnafs, ta’limul kitab dan hikmah. Dan beliau juga menjelaskan bahwa masjidil haram adalah pusat pendidikan tertua di dunia. Karena masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan.

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. sebagai narasumber dari Pascasarjana IAIN Metro yang juga Direktur Pascasarjana IAIN Metro mengungkapkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) tahun 2020-2024 menetapkan upaya membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Oleh karena itu, pelestarian sumber daya alam terbarukan seperti hutan, air dan keanekaragaman hayati menjadi tantangan dalam pembangunan berkelanjutan. Badan Pusat Statistik Nasional (BPS, 2020) menyatakan bahwa selain ketersediaan sumber daya alam yang semakin berkurang, permasalahan lingkungan dalam isu pembangunan adalah keterbatasan daya dukung sumber daya alam dan daya tampung lingkungan hidup. Daya dukung sumber daya alam dan daya tampung lingkungan wajib menjadi pertimbangan dalam setiap proses perencanaan pembangunan karena akan menentukan keberlanjutan pembangunan. Beberapa parameter daya dukung sumber daya alam dan daya tamping lingkungan yang disebut dalam RPJM meliputi (a) Tutupan hutan primer, (b) Tutupan hutan di atas lahan gambut (c) Habitat spesies kunci, (d) Luas pemukiman di area pesisir terdampak perubahan iklim, (e) Kawasan rawan bencana, (f) Ketersediaan air, serta (g) Ketersediaan Energi.

Semoga konferensi internasional ini memberikan manfaat bagi semua kalangan untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik lagi. Aamiin.  Wallahu a’lam bi al-Sowab. (RVR)